Wamendes: Meningkat pesat, 27 ribu warga unit usaha desa (BUMDes) menggunakan e-commerce pada 2019

56

Hadir dalam Webinar Jaringan Pengusaha Nasional (27/5), Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa Kemendesa telah dan secara berkelanjutan terus memetakan potensi ekonomi Desa, saat ini 18.195 BUMDes telah menjalani profiling dengan 29.733 unit usaha. 4.651 diantaranya dapat dikategorikan BUMDes maju.

Kemendesa juga telah membangun Bigdata BUMDes dengan kelengkapan yang sangat baik, meliputi produk, modal, hingga transaksi yang dapat digunakan oleh seluruh stakeholder untuk membangun kerjasama saling manfaat baik bersifat transaksi, inkubasi maupun bentuk-bentuk lainnya.
Bigdata ini dapat menjadi modal dasar yang sangat bermanfaat bagi dunia usaha untuk melakukan sinergitas pengembangan bersama.

Terus mendorong digitalisasi BUMDes, Kemendesa terus bekerja dan membangun bersama berbagai startup dan pelaku usaha digital untuk pembinaan BUMDes, banyak diantaranya telah berhasil mengukir kisah sukses dan tercatat 27 ribu diantaranya berhasil diaktifkan menggunakan e-commerce untuk menjangkau pasar secara digital.

Ketua Umum Japnas, Jaringan Pengusaha Nasional Bayu Priawan Djokosoetono dalam paparannya mendorong seluruh komponen bangsa khususnya kalangan dunia usaha untuk bergotong royong menghadapi COVID-19. “Sebagaimana arahan presiden Jokowi dan Ibu Mega, seluruh komponen bangsa perlu bersama – sama menatap kedepan membangun kembali perekonomian nasional”.

Pandemi COVID-19 telah mengganggu bisnis secara ekstrim, seluruh mata rantai dan sektor usaha, produksi maupun distribusi, dari manufaktur hingga jasa semua terganggu. Perlu kejelasan arah dari pemerintah dan dukungan seluruh komponen bangsa, termasuk Jaringan Pengusaha Nasional. Lanjut Chairman perusahaan taksi terbesar di tanah air, Bluebird Group ini.

Peserta yang hadir dari lebih 15 provinsi. Banyak diantaranya memiliki keterkaitan dan mendorong aktif ekonomi pedesaan seperti Boncau F Maza yang mendorong industri pertahanan untuk ketahanan pangan, Yudha WP di agribisnis khususnya kopi, Iben Rifa yang merintis budidaya kangkung, Masbukhin Pradana dengan perkebunan durian dan sawitnya, melihat dan merasakan sangat banyak manfaat bagi usahanya dengan memberdayakan masyarakat melalui BUMDes. Termasuk juga Kusfandian dan Ana Sopanah, yang mengembangkan sebagian usahanya melalui pendampingan usaha BUMDes.

Webinar Japnas dan Wakil Menteri Desa & PDTT

Senada dengan Wamendes, Ketua Umum Japnas Jawa Timur Moh. Supriyadi dalam paparannya menyimpulkan bahwa sekarang eranya digital. Pandemi COVID-19 telah “berhasil” mendorong percepatan transformasi digital, siapa yang tidak bersiap dan menuju kesana, bisa tertinggal, kalah dalam persaingan dan mati, Tegas direktur PT Tata Kreasi Indonesia ini.
Mereka yang bisa memanfaatkan momentum, dapat berkembang, bahkan bila mampu merajut sinergi BUMDes secara signifikan, “Mbalik Desa Mbangun Desa” bukan tidak mungkin akan muncul konglomerasi bisnis baru berbasis infrastruktur dan produk dari desa.

Banyak peserta webinar juga menyoroti kendala SDM dalam pengembangan BUMDes, selain faktor tata aturan hukum hingga perpajakan, ungkap Ketua Harian Japnas Widiyanto Saputro yang bertindak sebagai host dalam webinar kali ini. Namun dari diskusi yang berkembang, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan perkembangan BUMDes sangat positif, signifikan dan menjanjikan. Ini tidak lepas dari dorongan kemendesa atas partisipasi aktif seluruh komponen untuk berkontribusi. Lanjut pemilik kelompok usaha Arumbumi itu. (*)