PP JAPNAS Audiensi Dengan DJP

1263

Jakarta, 13 Februari 2019

Dalam rangka persiapan Seminar Nasional Prospek Industri Property 2019 yang akan dilaksanakan pada Maret 2019, Pengurus Pusat Jaringan Pengusaha Nasional (PP JAPNAS) beraudiensi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Depertemen Keuangan. Delegasi PP JAPNAS dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP JAPNAS Bayu Priawan Djokosoetono didampingi oleh WKU Bidang Pembangunan Industri dan Ekonomi Kreatif PP JAPNAS Boncau Fakari Maza, serta para Ketua Bidang PP JAPNAS Dukut Sardadi, Benjamin Ildrem Siregar, dan Hernoko Dono Wibowo. Dalam kunjungan tersebut PP JAPNAS diterima langsung oleh Dirjen Pajak RI Robert Pakpahan, beserta jajarannya.

PP JAPNAS menyampaikan bahwa selama ini salah satu dalam permasalahan dalam Industri Property adalah masalah perpajakan. “ BPHTB dan pajak lainnya sering kali menjadi kendala bagi para pengusaha untuk berinvestasi di sektor property. Sehingga hal ini membuat industri property di 2018 pun 2019 mengalami stagnasi,” ungkap Bayu.

Oleh karenanya PP JAPNAS berharap melalui kehadiran DJP dalam seminar nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang dapat menjawab tentang stimulus pajak untuk memacu industri ini. Menjawab hal ini Robert Pakpahan menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan formula kebijakan khusus untuk mendorong sektor industri Property. “ Akan ada stimulasi pajak dari pemerintah. Dan stimulus ini sangat bisa untuk mendorong sektor property untuk tumbuh kembali. Kita tunggu aja momentnya,” ungkapnya.

Terkait dengan undangan JAPNAS dalam acara seminar nasional Prospek Industri Property 2019, DJP menyanggupi akan hadir dalam acara tersebut. “ Jika saya posisi di Jakarta, saya pastikan akan hadir. Atau nanti akan kami kirim delegasi DJP untuk berbicara dalam kesempatan tersebut, jika saya berhalangan,” lanjutnya.

Robert juga mengapresiasi JAPNAS atas pelaksanaan seminar nasional industri property tersebut. “ Jadi tadi disampaikan JAPNAS akan mengundang Komisi II DPR RI, REI, dan pemerintah akan bisa memberikan gambaran riil kondisi industri property 2019,” pungkas Robert. (*)