Japnas Sumut Bimbing Generasi Millenial Geluti Wirausaha

336

Dalam rangka mendongkrak populasi pelaku wirausaha di Indonesia, Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) aktif mengedukasi dan membimbing generasi milenial agar tertarik menggeluti wirausaha. Edukasi yang dilakukan di antaranya menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia.

 

Salah satu kegiatan Japnas mengedukasi generasi milenial agar melakoni wirausaha digelar di Saga Creative Hub Komplek Setia Budi Center, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Medan, Sabtu (30/6). Kegiatan yang diorganisir Japnas Wilayah Sumut itu diikuti mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU). 

 

Sejumlah narasumber dari pengurus Japnas Pusat dan Japnas Daerah Sumut tampil menjadi pembicara. Salah seorang narasumber yakni Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Perdagangan Pengurus Pusat Japnas Masbukhin Pradana.

 

Pemilik RM Soto Lamongan ini secara detil mendorong para generasi milenial agar menekuni wirausaha. Menurut “Cak Bukin” sapaan akran Masbukhin Pradana, peluang menekuni wirausaha sangat terbuka di tanah air. Peluang tersebut terkait dengan pasar yang cukup besar.

Salah satu jenis wirausaha yang relatif mudah dan sederhana untuk direalisir yakni usaha kuliner. Sebab, kata dia, makanan merupakan bagian dari bahan pokok yang pasti dibutuhkan manusia setiap hari.

 

Dalam bahasa yang sederhana dan komunikatif, Cak Bukin menerangkan untuk membuka usaha kuliner diperlukan penelitian (survei) pasar untuk mengetahui beberapa hal. Di antaranya, jenis produk yang akan dijual (product), lokasi yang tepat (place), nilai/harganya (price) dan lainnya.

 

Cak Bukin memberikan contoh. Salah satunya, untuk menjual soto di lingkungan kampus harganya harus terjangkau mahasiswa, namun citarasanya tetap enak. “Jika harganya mahal maka mahasiswa tak mampu membelinya sehingga tidak laku,” katanya. 

 

Kemudian, dalam upaya memasarkan makanan yang ditawarkan, maka semua jejaring informasi yang dimiliki baik secara individu maupun kelompok di antaranya grup WA, istagram dan lainnya harus dimafaatkan. “Memang tidak mudah menjadi pengusaha, tetapi harus dicoba dan sekaligus dimulai,” ujarnya.

Strategi lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan omzet, kata Cak Bukin, dilakukan dengan cara membuka gerai (outlet) di sejumlah tempat (kampus). “Rekrut dan latihlah pekerja sampai terampil mengelola rumah makan yang dibuka,” sarannya.

 

Nasihat lain yang disampaikan Cak Bukin untuk dilakukan generasi milenial untuk memulai satu jenis usaha yakni menerapkan model “ATM”. ATM yang dimaksukan Cak Bukin, adalah akronim dari adopsi, tiru dan modikasi.

 

“Kita tidak salah dan tidak usah malu meniru apa yang baik dilakukan orang lain, tetapi hendaknya kita kembangkan menjadi lebih baik dibandingkan produk yang sudah ada,” saran Cak Bukin.

 

Ketua Japnas Wilayah Sumut Syahrul Akbar menyebutkan kegiatan tersebut dilakukan pihaknya untuk mendidik generasi muda menjadi pelaku usaha.

 

“Kami akan melakukan program ini secara berkesinambungan,” kata Syahrul Akbar di sela-sela kegiatan tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Pengurus Japnas Wilayah DKI Jakarta Imbalo Oloan bersama rombongan dari Japnas Pusat.

Sumber : MedanBisnis

(sarsin siregar)