Japnas Gandeng NTB Jajaki Peluang Bangkit Ditengah Pandemi Covid-19

156

KBRN, Mataram : Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menggandeng Pemerintah Ptovinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjajaki potensi kebangkitan usaha ditengah pandemi Covid-19. Upaya tersebut dilakukan melalui webinar (seminar daring/online) pada Jumat 5 Juni 2020.

Webinar itu Mengambil tema “Menyambut Normal Baru Ekonomi Nusa Tenggara barat” dengan menghadirkan peserta dari Japnas di Indonesia dan stakeholders. Sejumlah narasumber seperti, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariyadi, M. Si. Ketua Umum Japnas, Bayu P. Djokosoetono diwakili, Wakil Ketua Umum Japnas, Iben Rifa. Ketua Pengurus Wilayah Japnas NTB, I Made Agus Ariana, ikut dalam Webinar itu dengan moderator Ketua Harian Japnas NTB, Chika Rizky Veryani.

Ikut berpartisipasi, Ketum Japnas Jawa Timur, Supriadi. Ketum Japnas Banten, Adi. Dan Ketum Japnas Papua, Mario. Pengurus Japnas lainnya juga ikut serta. Peserta webinar cukup antusias mengikuti kegiatan ini.

Ketua Harian Japnas Pusat, Widiyanto Saputro diawal sambutan memberikan apresiasi atas inisiatif Japnas NTB menggelar webinar. Dari kegiatan ini, seluruh pengusaha ingin mendapatkan informasi ter update mengenai persiapan NTB menyongsong kenormalan baru. Dan membangkitkan kembali gerak ekonomi ditengah pandemi.

“Ini kegiatan yang luar biasa, dan tentunya kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Japnas NTB sebagai inisiator dari kegiatan ini,” ungkap Widiyanto.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum Japnas Bidang Pembangunan Industri dan ESDM Iben Rifa juga memaparkan tentang dampak dari covid-19 yang begitu besar bagi pengusaha. Swasta maupun pemerintah merasakan dahsyatnya dampak wabah Covid-19. Untuk itu Japnas menyerukan untuk bersatu, eksekutif, legislative dan swasta mencarikan solusi konkrit, tidak menunggu waktu.

Baca Juga  Dorong Kewirausahaan, Japnas NTB dan UNRAM Gelar AMBIS, Ajang Mahasiswa Bangun Bisnis

“Karena semakin lama, maka dampaknya akan semakin parah. Covid-19 menjadikan ekonomi tak bergerak, apalagi tumbuh. Inilah tantangan kita terutama Japnas, menyatukan kekuatan kita bersama dan simpul-simpul yang ada untuk menemukan potensi melewatai fase sulit ini. Pengusaha selalu berfikir optimis, dan kita tetap berharap dalam waktu dekat fase sulit ini akan berlalu.” katanya.

Webinar Japnas dan Pemprov NTB

Di kesempatan ini, Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariyadi, M. Si juga memberikan apresiasi kepada Japnas , telah menginisiasi terbangunnya komunikasi dua arah. Antara pemerintah daerah NTB dengan para pengusaha.

Ia memaparkan banyak hal tentang cara pemerintah Provinsi NTB melawan Covid-19 dan kebijakan stimulus ekonomi, serta peluang melaksanakan kenormalan baru. Hingga 4 Juni 2020, jumlah positif Covid – 19 di NTB mencapai 757 orang, sembuh 323 orang, dalam perawatan 413 dan 21 diantaranya meninggal.

Kenaikan angka Covid-19 terutama dipengaruhi longgarnya aktifitas ekonomi jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020. Padahal sebelumnya melandai. Kelompok yang terpapar paling tinggi juga didominasi usia produktif 30- 34 tahun.

Kontradiktif yang terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. tiga kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima menuju trend hijau Covid-19. Sehingga tiga kabupaten/kota inilah yang paling siap memberlakukan kenormalan baru.

Sementara di Pulau Lombok, Pemprov NTB belum dapat memastikan kasus Covid-19 melandai. Sebelumnya, kluster Gowa mendominasi penularan corona, berubah pengaruhnya oleh transmisi lokal.

Baca Juga  Jajaki Peluang, Japnas Gandeng Dubes RI di Singapura

“Sehingga berbicara new normal, masih kita lakukan evaluasi untuk Pulau Lombok,” katanya.

Meski demikian, fakta lapangan, pusat-pusat ekonomi telah diizinkan buka oleh pemerintah daerah. demikian juga tempat-tempat ibadah. Karena Covid-19 ini, sektor yang paling terpukul adalah pariwisata yang menjadi sektor andalan NTB. Apalagi NTB dengan ditopang sektor ini masih dalam tahap recovery pascagempa 2018 lalu.

Menurutnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan jajaran dengan misi NTB Gemilangnya membuat sekenario menghadapi persoalan ini. ditengah pemangkasan dan keterbatasan anggaran. Fokus saat ini bagaimana tersedianya Alat Pelindung Diri (APD) dan menyediakan insentif bagi tenaga medis. Menyediakan obat-obatan, dan ruang perawatan, dan fasilitas kedaruratan.

“Sementara stimulus ekonomi, Pemprov NTB menggelontorkan paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang kepada masyarakat terdampak. Paket sembako dan pendukungnya, dibijaksanai harus menggunakan produk-produk lokal, agar produk UMKM terserap dan anggaran pemerintah dibelanjakan didaerah.” sebut Sekda.

Dengan upaya itu, UMKM sebagai penyedia produk bisa terbantu bergerak. Kedepan, pemerintahd aerah mendorong belanja-belanja pemerintah berputar di daerah. BUMDnya, PT. Gerbang NTB Emas (GNE) membangun jejaring dengan BUMDes akan menyediakan seluruh kebutuhan masyarakat. perioritas adalah menyerap produk-produk lokal untuk didistribusikan. Dengan demikian diharapkan ekonomi di daerah ini secara otomatis akan terdongkrak.

Daerah juga menggerakkan Bank NTB Syariah, memberikan keringanan kredit kepada masyarakat. Seelain itu, NTB juga tengah mempersiapkan diri menggairahkan sektor pariwisata dengan sekenario wisatawan bebas Covid-19. NTB juga tetap mendorong persiapan pelaksanaan MotoGP2021 mendatang di KEK Mandalika.

Baca Juga  JAPNAS NTB Gelar Diklatwil

Statemen penutup dari Ketua Japnas Provinsi NTB, I Made Agus Ariana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh partisipan dalam webinar ini. ia juga menyampaikan komitmen Japnas untuk tetap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk sama-sama mengupayakan keluar dari kesulitan ekonomi yang membelit saat ini.

“Apa yang bisa kita lakukan, mohon arahan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi NTB,” tutup Agus.

Ref: https://rri.co.id/mataram/ekonomi/848200/japnas-gandeng-ntb-jajaki-peluang-bangkit-ditengah-pandemi-covid-19