HADIR DI BABEL, JAPNAS JANJIKAN SINERGITAS BISNIS

0
162
tampil

Pangkal Pinang, 08 Maret 2018

Ketua umum Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), Bayu Priawan Djokosoetono menegaskan bahwa kehadiran JAPNAS di Provinsi Bangka Belitung bertujuan membangun sinergi usaha dengan pengusaha-pengusaha di Bangka Belitung. “ Potensi tambang, pertanian, kelautan, hingga wisata banyak dimiliki Bangka Belitung. Potensi-potensi ini harus bisa disinergikan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal,” Ungkap Bayu.

Pembentukan Pengurus Wilayah (PW) JAPNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan upaya komitmen organisasi ini untuk membangun sinergitas usaha di seluruh wilayah Indonesia. “ Alhamdulillah, hari ini Bangka Belitung bergabung dengan JAPNAS. Entitas kami,  sebagai organisasi yang bertujuan membangun sinergitas usaha di seluruh wilayah Indonesia. Kami bukan organisasi politik, maupun pressure group. Kami ini action group. Kami ingin merubah potensi menjadi hasil yang bisa dinikmati,” lanjut Bayu.

Senada dengan Bayu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, Dan Hukum PP JAPNAS Reza Irsyad Amini mengungkapkan bahwa kehadiran JAPNAS di Bangka Belitung tidak ada kaitannya dengan berbagai konstestasi politik yang saat ini sedang marak. “ Kami tidak ada hubungannya dengan Pilkada, Pilwakot, Pilgub ataupun kontestasi politik lainnya. Kami hadir murni untuk bersinergi dan berjejaring di dunia bisnis,” ungkap Reza.

 

Hal ini tercermin dalam program-program kerja yang dilaksanakan JAPNAS dalam kurun tiga tahun berdiri. “ JAPNAS tidak ingin hanya mengkritik pemerintah namun tanpa memberikan solusi. Jadi program-program yang kami bikin pun tidak hanya seremonial saja. Business Matching, pendataan potensi, maping bisnis. Program-program seperti inilah yang sering kami dorong,” lanjutnya.  

Gayung bersambut, semangat untuk membangun sinergitas dengan pengusaha lain inilah yang melatarbelakangi Basit Cinda Sucipto untuk  untuk mengajukan diri menjadi Ketua Umum PW JAPNAS Provinsi Bangka Belitung. “ Bangka Belitung memiliki potensi daratan dan lautan yang kaya. Babel ini masuk kriteria untuk menjadi Bali ke-2. Kami memiliki potensi wisata yang luar biasa. Untuk memaksimalkan potensi wisata ini, kami memerlukan investasi dan sinergi dengan pengusaha-pengusaha dari luar Babel” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Basit mengungkapkan bahwa dalam penyusunan kepengurusannya dia akan benar memilih pengusaha-pengusaha riil yang memiliki kompetensi. “ Asosiasi pengusaha ya harus diisi oleh mereka benar-benar pengusaha. Sebab mereka lebih memahami apa yang dihadapi di dunia bisnis, dan bagaimana cara untuk melaluinya. The Right man In the Right Place,” Lanjut Basit. (*)