Japnas DKI Berharap Adanya Sinergi Antara Pengusaha dengan Perbankan

0
468
tampil

Jakarta – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Pengurus Wilayah DKI Jakarta mengakui masih banyak kalangan pengusaha tidak paham akan regulasi ataupun produk-produk dari perbankan. Padahal perbankan adalah salah satu pihak yang penting bagi kalangan pengusaha atau industri.

Untuk membekali para pengusaha yang tergabung dalam Japnas, maka digela seminar yang bekerja sama dengan Bank UOB yang membahas tentang cash flow management.

Ketua Umum Japnas DKI Dian Saputra berharap seminar tersebut bisa memberikan pengetahuan kepada para anggotanya akan dunia perbankan.

“Japnas DKI terdiri dari para pengusaha murni. Kegiatan ini sangat penting buat kami para pengusaha meski antara bank dan kami sebagai pengusaha sebenarnya ada pada posisi saling menguntungkan,” ujar Dian dalam sambutannya di UOB Plaza, Jakarta, Jumat (19/5).

Lebih lanjut, Ari Rui Hamzah selaku Ketua Harian Japnas DKI menambahkan, akan pentingnya sinergi antara para pengusaha dan dunia perbankan. Pentingnya para pengusaha duduk bersama dengan kalangan perbankan diantaranya untuk mengetahui bagaimana prosedur kredit yang benar atau mengetahui kemampuan bank bisa memback up industri.

“Pada tahap-tahap tertentu para pengusaha tetap butuh pendanaan dan saat ini yang kita bisa ajak kerja sama adalah bank. Ketika orang itu sudah mengerti akan bank, bukan berarti dia juga mengerti banyak akan produk-produk yang menguntungkan pada pengusaha,” jelasnya.

Tidak hanya berguna untuk pengusaha, tetapi perbankan juga akan mengetahui apa yang dibutuhkan para pengusaha sekaligus membuka wawasan mereka akan dunia usaha langsung dari pelakunya.

“Kita berharap dengan kegiatan ini ada perlakuan khusus dari bank buat kami para pengusaha Japnas. Selain itu kami juga ingin kerja sama ini tidak hanya untuk jangka pendek saja,” harap Ari.

Kegiatan seminar ini mendapat apresiasi dari Ketua Umum Japnas Bayu Priawan Djokosoetono.

“Kami selalu pelaku industri membutuhkan bank, begitu juga sebaliknya bank membutuhkan kami. Harapan kami ada kerja sama berkesinambungan dengan bank, tidak hanya soal pendanaan tetapi juga pelatihan-pelatihan,” ujar Bayu.